Hindu, Aku Kembali Padamu (part 3)

Tak terasa hubunganku memasuki tahun ke 2, aku merasa sangat nyaman berada dekatnya. Sedikit demi sedikit aku mulai masuk di kehidupan keluarganya. Memang baru menginjak tahun ke 2 aku memberanikan diriku untuk menunjukkan diriku kepada orang tua poeper. Orang tua poeper menerimaku dengan senang hati tanpa merasa ada rasa militan padaku. Aku merasa nyaman masuk dalam kehidupan keluarga poeper. Tapi aku belum merasakan kedamaian ketika masuk didalam keluarga poeper, ketika itu pemikiranku masih terasa aneh saja masuk di keluarga hindu yang belum pernah aku temui. Aku mulai mengenal kebiasaan keluarganya, kebetulan rumah poeper berdampingan dengan pura. Pura Giri Nata Dusun Putuk-Kandangan Kab.Kediri Jatim, jadi aku sering melihat orang hindu bersembahyang di pura.

Ternyata aku begitu awam melihat cara orang hindu bersembahyang. bagiku sangat aneh dan diluar pemahamanku.

Rasa fanatikku mulai muncul ketika mengetahui cara orang hindu berdoa dan bersembahyang. Dalam pikiranku “ patung kok disembah, sembahyang pakai dupa dan bunga haduh benar-benar memuja setan” tapi aku masih sedikit memiliki rasa toleran meskipun dalam hati merasa aneh. Aku merasa menutup pemahamanku tentang hindu, karena aku tetap takut dosa kalau memiliki rasa ingin tahu akan hindu. Aku tetap meyakini islam adalah ajaran yang paling benar. Aku sempat bertanya pada poeper apa hukumannya buat orang hindu kalau keluar dari keyakinannya, poeper menjawab” Tuhan di hindu tidak menghukum umatnya, semua dari perbuatan manusia itu sendiri”. Aku menyimpulkan sendiri, “jadi hindu percaya akan hukum karma?? “ poeper menjawab “ iya”. Poeper juga kembali memberi pertanyaan padaku “ apakah di islam juga percaya akan adanya hukum karma?? Aku jawab “tidak” , poeper “kenapa”??? karena Tuhan menciptakan manusia hanya sekali, jadi kalau manusia ingin memperbaiki perbuatannya harus di kehidupan sekarang, karena Allah tidak akan menciptakan kehidupan mendatang.

Yang ada kehidupan sesudah mati yaitu alam barzah, manusia yang ada dialam kubur akan dibangkitkan dan diadili karena perbuatan dikehidupan semasa masih hidup. Semua itu akan bertepatan dengan datangnya hari kiamat. Kelihatannya poeper melihatku tampak gugup, jujur saja aku memang merasa gugup, takut kalau ditanya lagi aku tidak bisa menjawabnya. Poeper mungkin tahu kalau aku tak bisa menjawab lagi kalau akan diberi pertanyaan lagi, poeper hanya berkata padaku, “ karma akan melekat pada jiwa manusia meskipun raga setiap manusia tidak mempercayai akan adanya hukum karma”. Aku merasa kebingungan menjawab karena memang pengetahuanku masih sangat kurang. Yang aku tahu hanyalah dogma yang sudah melekat sejak kecil, takut akan kemurkaan Allah. Aku sangat ragu dengan jawaban yang aku berikan pada poeper. Akhirnya aku mencari informasi di buku-buku agama islam yang aku punya. Aku sama sekali tidak menemukan hukum karma dalam ajaranku. Tapi aku berfikir secara logika, “kalau di ajaranku tak mempercayai adanya hukum karma, tapi kenapa banyak umat muslim masih mempercayai hukum karma”. Aku semakin tak yakin saja melihat fenomena ini.

Saat aku memasuki ajaran baru kelas 3 SMA keimananku sedikit berkurang. Selalu saja ada masalah dalam kehidupanku. Terutama masalah keluarga. Padahal sebelumnya aku begitu sangat taat dengan ibadahku. Ketika aku mendapatkan masalah memang aku selalu begitu. Tak pernah ada kedamaian hati dan pikiranku ketika sholat ataupun membaca Al-Qur’an. Entahlah aku begitu capek dengan keadaanku saat itu. Aku berusaha taat beribadah tapi semuanya terasa percuma. Aku tak pernah sekalipun mendapat kedamaian dalam ibadahku. Rasa hambar menyelimuti sholatku. Aku merasa terpaksa untuk melakukan sholat serta membaca Al-Qur’an pun sudah tak pernah aku lakukan. Aku melihat teman-temanku selalu mengajakku sholat disekolah setiap istirahat ke 2 dan selalu mengajakku berdiskusi tentang ajaran islam. Bagiku merasa membuang waktu ku saja.

Kadang kalau aku merasa bosan, aku sering absen dari ibadahku. Tapi rasa takut tetap menyelimuti pikiranku kalau aku meninggalkan ibadahku untuk sementara waktu. Rasa ini semakin hari semakin membuat aku bertanya-tanya, kenapa harus selalu beribadah padahal belum tentu ibadahku diterima oleh Allah. Rasanya Allah tidak pernah mendengarkan doaku. Aku bertanya pada diriku sendiri “ apakah ini memang takdirku diciptakan oleh Allah seperti ini??? rasa bertanya-tanya dan penasaran menyelimuti pikiranku.

Entahlah aku capek sekali kalau memikirkan takdir ataupun cobaan dari Allah yang sudah diberikan kepadaku. Selang beberapa lama , dipikiranku masih merasa takut akan dosa. Aku tetap menjalankan sholat meskipun dalam hati tak ada niatan untuk sholat. Aku Sangat terasa terpaksa sekali apa yang aku lakukan ini. Poeper juga tak pernah bosan mengingatkanku untuk sholat tepat waktu, tapi aku jarang meresponnya.

Hindu, Aku Kembali Padamu (part 4)

Recent search terms:

  • Kisah nyata kembali padamu

Comments

Comments

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.