Mari Kita Pikirkan Umat Hindu Luar Bali

Saya seorang pemerhati Hindu yang pernah tinggal di luar Bali selama 18 tahun. Sebagai seorang perantau saya sangat memperhatikan kehidupan umat Hindu di luar Bali. Sungguh suatu fenomena yang sangat memprihatinkan bahwa banyak umat Hindu di daerah transmigrasi dan daerah terpencil tidak ada pembinaan agama secara rutin dan kontinyu.

Ketika saya masih di bangku mahasiswa dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Mahasiswa Hindu-Budha STTNAS Yogyakarta, saya telah banyak mendapat kritikan dari saudara-saudara kita umat Hindu yang etnis Jawa. Bahwa telah terjadi pergeseran pelaksanaan ibadah bagi umat Hindu. Saya ambil contoh beberapa kasus yang mungkin kita tahu bersama akan tetapi kita pura-pura tidak tahu atau tidak tahu sama sekali.

Contoh yang pertama adalah adanya asumsi masyarakat kita di Bali bahwa tanpa memakai atau menggunakan pakaian adat kita belum ikhlas melakukan persembahyangan. Saya akan menanggapi kasus ini bahwa dalam ajaran Weda tidak ada larangan dan peraturan baku yang menyatakan tentang busana sembahyang umat Hindu. Yang penting bersih, rapi, sopan dan tidak mengundang pikiran yang negatif.

Kasus yang kedua adalah tentang penyebutan tempat persembahyangan bagi umat Hindu. Kita juga mengetahui bahwa agama Hindu pertama kali muncul dan berkembang pesat di luar Bali. Ini dapat dibuktikan dengan adanya candi-candi peninggalan kerajaan Hindu di Pulau Jawa. Tetapi karena masyarakat Bali sudah dogma dengan istilah ”Pura” untuk tempat suci persembahyangan bagi umat Hindu, mereka hanya membangun pura dan tidak mau melakukan tirta yatra ke tanah Jawa (candi) melainkan ke India. Saya sih sebenarnya setuju kalau pergi ke India tetapi negara kita juga kaya akan peninggalan tempat-tempat suci umat Hindu.

Saya mohon ormas-ormas Hindu di PHDI Bali menanggapi hal ini. Perlu kita ketahui bersama bahwa umat Hindu bukan hanya milik orang Bali tetapi kalau kita mau jujur mengakui, bahwa umat Hindu di luar Bali jauh lebih banyak, asalkan jangan mereka didogma oleh aturan-aturan kaku dari masyarakat Hindu yang ada di Bali.

Saya mengimbau kepada ormas-ormas Hindu sebagai ujung tombak dan perpanjangan tangan dari PHDI untuk memberikan contoh dan informasi yang benar sesuai ajaran Weda yang universal kepada masyarakat Bali ataupun yang tinggal di luar Bali. Dengan bersatunya seluruh ormas Hindu niscaya tidak ada perpecahan dan pengkotak-kotakan masyarakat Hindu itu sendiri. Yang dimaksud dengan masyarakat Hindu bukan hanya ada di Bali tetapi di luar Bali.

I Putu Gede Anton Windu Santosa, S.T.
Jl. Gn. Agung Gg.II J/2 Denpasar

Sumber: Balipost.co.id

Recent search terms:

  • kehidupan hindu di luar negeri
  • Tempat tempat suci agama hindu diluar bali

Comments

Comments

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.